Pringsewu, 2 Februari 2026 — BUMDes Jejama Pekon Sukaratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu resmi melakukan penurunan bibit bebek petelur jenis Mojosari sebanyak 700 ekor sebagai bagian dari realisasi program ketahanan pangan desa.
Kegiatan penurunan bibit bebek tersebut dilakukan di area kandang peternakan BUMDes yang sebelumnya telah selesai dibangun. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam pengembangan usaha produktif desa yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan BUMDes serta mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Sekretaris BUMDes Jejama, Kabul Aulia, menyampaikan optimisme terhadap usaha peternakan bebek petelur yang sedang dijalankan tersebut.
“Kami memilih ternak bebek ini karena kami yakin ini ternak yang progres. Insyaallah akan membuahkan hasil, karena pendapatan harian prakiraan kami ini bisa produktif mencapai 85 persen,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa bebek petelur Mojosari tersebut diperkirakan mulai memasuki masa produktif dalam kurun waktu 45 hingga 60 hari ke depan. Dengan estimasi tingkat produktivitas mencapai 85 persen, BUMDes memperkirakan hasil produksi telur nantinya dapat memberikan pemasukan harian yang stabil dan berkelanjutan.
Menurut pengurus BUMDes, bebek Mojosari dipilih karena dikenal memiliki produktivitas telur yang tinggi dan memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Dengan pengelolaan yang baik, usaha peternakan ini diharapkan mampu menjadi salah satu sumber pendapatan berkelanjutan bagi BUMDes Jejama.
Masyarakat Pekon Sukaratu juga menyambut baik program tersebut. Selain membuka peluang usaha baru, keberadaan peternakan bebek petelur ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi desa dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
BUMDes Jejama menargetkan peternakan bebek petelur Mojosari ini dapat berkembang secara bertahap dan menjadi unit usaha unggulan desa dalam mendukung program ketahanan pangan di Pekon Sukaratu.