Pringsewu, 21 April 2026 — BUMDes Jejama Pekon Sukaratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu menerima kunjungan tenaga ahli kabupaten dan pendamping desa dalam rangka pemantauan jalannya program ketahanan pangan ternak bebek petelur Mojosari yang sedang dikembangkan oleh BUMDes Jejama.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rosidah selaku tenaga ahli kabupaten, Sunarni (Pendamping Luar Desa), Murdoko (Koordinator Kecamatan pagelaran), serta Matreva Hasasi (Pendamping Desa). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Kesra Aistiyanasari, Sekretaris Desa Kusnan, anggota BUMDes, serta unsur pendamping lainnya.
Kunjungan dilakukan sebagai bentuk pembinaan sekaligus evaluasi terhadap perkembangan usaha peternakan bebek petelur yang menjadi program unggulan ketahanan pangan di Pekon Sukaratu.
Dalam arahannya, Rosidah menyampaikan bahwa program peternakan bebek petelur yang dijalankan BUMDes Jejama dinilai menarik karena berbeda dari kebanyakan program ketahanan pangan desa lain yang umumnya fokus pada ternak sapi atau kambing.
“Pekon Sukaratu ini termasuk melawan arus karena memilih peternakan bebek petelur di saat daerah lain banyak fokus ke ternak sapi atau kambing. Ini menjadi menarik untuk dikunjungi. Di Kabupaten Pringsewu sendiri belum banyak program seperti ini, sehingga Sukaratu dijadikan sebagai percontohan peternakan bebek petelur,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Pekon Sukaratu dipilih sebagai lokasi percontohan karena dinilai memiliki pengurus BUMDes yang aktif, interaktif, dan mampu melihat peluang usaha dalam sektor peternakan bebek petelur.
Dalam kegiatan tersebut, para tenaga ahli dan pendamping desa memberikan pembinaan kepada anggota BUMDes terkait pengelolaan administrasi, pengembangan usaha, hingga strategi keberlanjutan program ketahanan pangan desa. Setelah sesi pembinaan dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan langsung kondisi kandang serta perkembangan ternak bebek petelur Mojosari.
Para pendamping juga menanyakan progres usaha, tingkat produktivitas ternak, serta kendala yang dihadapi pengurus BUMDes selama menjalankan program tersebut. Dalam kesempatan itu, Direktur BUMDes Jejama, Liza Fitriani, menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan usaha peternakan, baik dari sisi teknis maupun administrasi.
Para tenaga ahli berharap seluruh kekurangan yang ada dapat segera diperbaiki. Anggota BUMDes juga diminta untuk melengkapi seluruh data administrasi dan laporan kegiatan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
Selain itu, para pendamping berharap program ketahanan pangan melalui peternakan bebek petelur ini dapat berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, serta menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) bagi Pekon Sukaratu.
Dalam diskusi tersebut juga muncul dorongan agar BUMDes segera mulai merencanakan produk turunan dari hasil ternak bebek petelur guna meningkatkan nilai jual dan memperluas peluang usaha di masa mendatang. Program peternakan ini diharapkan mampu berkembang menjadi produk unggulan Pekon Sukaratu di Kabupaten Pringsewu.